Kamis, 01 Desember 2011

Kehidupan


Tak terasa hari-hari berlalu dengan dirinya.
Tetapi kenapa ia berubah?
Ia meninggalkanku dan tak pernah merasa rindu.
Ia memang sudah berubah
Bahkan aku kehilangan seseorang
Yang selama ini membesarkanku
Berikan aku jawaban agar
Aku mengerti apa maksud
Dari hidupku selama ini.
Tetapi tak lama aku mengerti
Ini adalah cobaan hidup
Dan aku menjadi lebih sabar dan tabah
Hidup memang penuh cobaan
Terima kasih Tuhan akhirnya 
Aku mengerti dan aku bisa menerimanya.

            Hari-hari berlalu setelah aku jadian dengannya. Dia selalu menemaniku dan selalu memperhatikanku. Dia bernama dominic. Setelah 3 bulan aku jalan dengannya, dia menjadi aneh dan akhir-akhir ini aku
merasa curiga dengan sahabatku sendiri. Takku sangka dia mulai dekat dengan sahabatku mawar , mereka jalan barsama, makan bersama, belanja bersama, dan domonic memberikan kalung hati yang indah kepada mawar.  Aku sangat kecewa dan sakit hati, tak ada yang menduga dia meninggalkanku begitu saja. Malam harinya aku membanting diriku di atas tempat tidurku dan aku menulis di diaryku "hari yang mengecewakan di sepanjang hidupku, Ya Tuhan kenapa hal ini bisa terjadi? kenapa orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku?". Jam menunjukan pukul 01.00 dini hari mataku masih terbuka lebar dan terus menerus mengeluarkan air mata kesedihan. Aku terus mencoba untuk tenang, dan aku putuskan untuk melupakan dirinya dan mulai dari awal lagi. keesokan harinya pukul 06.15 ups kesiangan aku cepat berdoa dan membersihkan diriku setelah itu ku tarik tasku dan bergegas ke sekolah, ku awali hari ini hari yang baru tanpa dominic di sampingku. Setelah sampai di rumah nelita sahabatku sejak kecil kami berangkat ke sekolah bersama-sama. aku berkata pada nelita "nel, aku ngga nyangka dominic bisa begitu aku payah". "janganlah merasa dirimu payah, mungkin ini cobaan buat kamu, life must go on sayang.'' katanya memperhatianku." thanks ya, kamu sahabat aku yang paling bisa mengerti aku." kataku sambil memasuki gerbang sekolah. Saat di kelas dominic dan mawar begitu mesranya hingga salah satu guruku menanyakan hal yang tidak ingin aku dengar yaitu "pacar baru". Hatiku begitu sedih dan marah ketika mendengar itu. Setelah pelajaran usai aku mencoba untuk menjelaskan kepada dominic bahwa aku ingin putus darinya, tapi dominic berkata "jangan, aku masih sayang banget sama kamu. aku ngga rela kamu pergi." jawab dia dengan kaget dan tidak ingin melepasku, "kamu lebih mencintai mawar dari pada aku, lebih baik kita putus dan hubungan hanya sebagai sahabat saja tidak lebih." jawabku menolak permintaannya. kemudian aku bergegas pulang dengan air mata menetes di pipiku.
               Hari-hari berlalu sejak aku memutuskan hubungan dengan dominic. Hari minggu pun tiba, aku bangun pagi-pagi sekali dan melihat pemandangan, aku melamun hal yang menyakitkan itu tak pernah terjadi kemudian "pagi-pagi kok melamun jogging yuk!'' kata roni menyadarkan lamunanku. "OK, tunggu yah." jawabku. Setelah jogging, aku menceritakan semua yang terjadi pada roni. "ron, semua udah berakhir aku payah." kataku sambil menggilas keringatku."jangan gitu, kamu ngga payah kok kamu harus sabar yah." katanya dengan lembut. Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum padanya. Hari senin telah tiba dan teringat hari ini adalah hari ulang tahun dominic. Aku sempat bingung apa yang harus aku hadiahkan untuk dominic. Saat di sekolah dominic sibuk memberi undangan pesta ulang tahunnya yang ke-18, aku begitu gelisah bagaimana jika aku tak di undang. ternyata aku di undang, tak pernah kukira walau sudah berpisah tapi dia tetap menganggapku sabagai sahabat seperti yang ku katakan padanya saat aku memutuskan hubungan dengannya. Malam pun tiba aku segera mandi dan membungkus hadiah untuk dominic, hadiah aku untuk dominic adalah semua benda yang pernah dia beri untukku. Semoga dia tidak kaget dengan hadiah yang aku berikan. Aku memakai baju hitam, tidak seperti aku di pesta ultah dominic yang lalu. Teman-temanku kaget begitu juga dominic, mereka semua tahu apa arti dari baju yang aku pakai, dan hitam berarti aku sedang sedih, kecewa,marah dan lainnya.
                Nelita pun bertanya apa yang terjadi. Aku hanya menjawab '' ngga ada apa-apa kok cuma pengen pakai baju ini aja.'' jawabku sambil menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya. Aku hanya memberikan kado dan langsung bergegas pulang tanpa menikmati seluruh pesta. Saat sampai di rumah aku langsung mengganti baju dan berbaring di tempat tidurku, tak lama aku terlelap. Hari demi hari aku lewati hubungan aku dengan dominic semakin seperti sahabat yang sesungguhnya, dan tibalah saat ujian kelulusan, jauh-jauh hari aku giat belajar untuk mendapatkan beasiswa begitu juga dominic, mawar dan nelita semua berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Dan tibalah saat yang menengangkan yaitu hari ujian. Setelah semua ujian selesai, aku berkumpul bersama dominic, mawar dan nelita di cafe tempat favorite kami semua. Disana aku bertanya pada mereka semua di mana mereka melanjutkan kuliah, dominic melanjutkan ke jakarta, mawar di bandung, dan nelita di australia. Aku melanjutkan kuliah di jerman, mereka semua kaget dan berusaha agar aku tidak pergi. Hari-hari berlalu dan hari ini aku tak masuk sekolah karena orang tuaku kecelakaan dan mereka meninggal dunia. Semua ikut berbela sungkawa padaku. Taklama setelah kejadian itu, saudaraku di rampok hingga tewas saat mengambil uang di bank.
               Kemudian malam harinya kutulis di diaryku "Kenapa hidup ini penuh dengan cobaan?". Hari terakhir aku di indonesia, ku ajak sahabat-sahabatku berlibur di bali. Saat malam tiba ku tulis di atas pasir pantai "Thanks God i love my life" kemudian aku mulai bicara sendiri sambil memandang bintang-bintang di angkasa "semua begitu indah, aku sampai melupakan hal yang menyakitkan itu, aku pasti bisa", kemudian "iya, kamu pasti bisa" kata dominic menyadarkan lamunanku. "aku pengen kita balikan lagi, aku menyesal kita putus" kata domini. "benarkah? tapi ada syaratnya" kataku membuat dia tak sabar. "kamu harus nembak aku seperti kita jadian pertama kali dulu kalo engga lewat" candaku. akhirnya dia melakukannya. 

 Lima tahun lalu, di pantai ini aku kembali dengannya dan hidup bahagia hingga sekarang. Sungguh kenangan yang tak terlupakan. Dan yang telah aku alami lalu adalah cobaan hidupku.
               
Mencintai & di cintai memang indah
namun jauh lebih indah bila orang yang kita cintai
juga mencintai kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blinking Hello Kitty Angel