Malam natal...
Adalah saat yang sangat di nanti..
Malam untuk bertukar hadiah...
Malam untuk bertukar cerita...
Malam yang membawa berkah tersendiri untuk semua...
Hadiah yang aku nanti adalah hadiah dari orang yang aku sayangi...
Boneka beruang FOREVER FRIEND yang sangat aku inginkan...
Juga hatimu yang tulus...
Hanya itu tak ada yang lain
Inilah kejadian natal tahun lalu..
Yang membuatku sangat kehilangan...
Pulang sekolah aku berlari cepat ke kamar. Tak tau kenapa yang membuat aku melakukannya yang jelas ingin cepat-cepat menangis. 45 hari sebelum natal, aku sedang jalan-jalan di taman
bersama sohipku. Seperti biasa jalan-jalan, curhat, sampai-sampai mikirin cowo bareng. Natalia, Verna, Jevic, Lalita mereka yang selalu nemenin aku jalan-jalan. Yah namanya juga sohip semua harus sama-sama. Urusan cowo pun juga sama-sama.Tapi ada hal yang engga bisa aku mengerti adalah perasaan. Sudah lama aku bersama mereka, tapi semua kegiatan selalu sama. Bisa di bilang sedikit bosan tapi mau gimana lagi. Dari pada menyakiti perasaan sahabat sendiri.
Matahari mulai terbenam. Aku dan temen-temen masih aja jalan-jalan. Tatapanku tertuju pada etalase toko boneka. Boneka beruang besar yang biasa di sebut FOREVER FRIEND. Aku memang suka banget boneka itu. Tapi, tak bisa aku miliki. Harapanku sekarang adalah ada orang yang mau membelikan boneka itu untukku. Setelah itu aku bergegas pulang dengan rasa penuh harap. Di rumah sudah ada mama dan papa. Mereka menunggu aku pulang. Aku di kejutkan dengan seorang cowo yang duduk di ruang tamu.
"Ma, siapa itu?"
"Owh..Namanya Kyoya, anak pindahan."
"Owh.. Anaknya lumayan juga ma."
"Iya.."
5 menit kemudian...
"Hy"
"Hy juga"
"Anak pindahan ya?"
"Iya, nama kamu siapa?"
"Nama aku Ryoka.. salam kenal Kyoya"
"Dari mana tau namaku?"
"Heheh sederhana, tinggal tanya."
"Owh.."
20 menit kemuadian.....
Kyoya sudah pergi sejak tadi. Rasanya sepi tanpa dia. Tak tau kenapa, hati kecil ini terasa hampa. Serasa bumi ini kosong tanpa penghuni. Dari pada tambah "Galau" mending masuk kamar and dengerin lagu. Fun tentunya. Lagu dari Michael Guang Liang-TongHua, lagu melow yang biasa nya bikin orang galau tambah galau. Yang penting enak di telinga. Engga lama pun aku tertidur.
Tak terasa sudah jam 06.35. Tidur yang nyenyak. Baru saja aku turun dari tempat tidur, tiba-tiba mama memanggilku.
"Ryo....bisa kesini bentar?"
"Ada apa ma?"
"Jangan banyak tanya cepet kesini!"
"Iya ma, sabar ini jalan...."
Aku jalan menuruni tangga dengan mengantuk. Kulihat di ruang tamu. Ternyata ada Kyoya yang sedang duduk di sofa tamu. Dalam hati bertanya-tanya, kenapa dia ke sini? sore-sore begini?. Kusimpan rasa penasaran dan menanyakannya langsung.
"Kyo...ngapain sore-sore kesini?"
"Kamu repot engga?"
"Engga, emang kenapa?"
"Jalan-jalan yuk, Boring di rumah terus"
"Hmmm...gimana yah?"
"Ayolah nemenin aku sebentar....please.."
"Iya-iya, bentar ganti baju dulu"
"Jangan lama-lama, 1 menit selesai...hehehe"
"Belum ke ke kamarnya dah berama menit?"
"Iya, cepet sana...GPL"
"Iya-iya...."
5 menit kemudian...
"Sory, bukan 1 menit"
"Kurang lama"
"iya maaf, ngambek ya?"
"Engga juga, Yuk jalan"
"Oke"
Baru jalan 5 menit, Kyoya udah tanya soal hadiah natal. Yah memang sih sebentar lagi sudah natal. Hadiah yang aku pengenin itu hanya 1 yaitu boneka beruang FOREVER FRIEND. Pengen sih jadi hadiah natal. Tapi mana ada yang mau ngasih?. Hasshhh... dari pada mikir terus mendingan enjoy jalan - jalannya aja.Di jalan aku bertemu viola, teman 1 kelasku. Anaknya seru, gokil, juga fun.
"Cie jalan bareng.." "eh vio ngga biasa aja kok, JJ biasa" "Owh di kira nge-date" "ngga ya.. eh, sendirian di sini?" "gak ada anak-anak yang lain menenin aku, kenapa?" "nggapapa, duluan ya bye." "eehhh, tngg tuh sapa?" "Orang pokoknya". Dalam hati sudah punya firasat buruk soal temen-temen yang bakal liat aku jalan-jalan sama anak cowo. Biasalah orang sirik, tapi nggapapalah namanya aja jalan-jalan nyari kado.
"I'm no beauty queen, i'm just beautiful me..." Cuma lagu Who says dari Selena Gomez yang menemaniku saat ini. Tidur termenung menatap langit-langit kamarku. Gelap. Hampa. Sunyi, itu yang aku rasakan saat ini. Karna kejadian itu aku menjadi depresi berat. Tak tau menau tentang kejadian saat di dalam toko itu. Haassshh... takkan aku ingat lagi, sungguh menyedihkan untuk di ingat.
"Ryo, Kamu di mana? kamu kenapa? sorry soal kejadian itu aku gak bermaksud gitu, aku gak tau sory banget. Kalo kamu marah gakpapa kok aku terima aja. Aku mohon bales pesan suaraku ini Ryo. Aku mohon. Thanks." Begitulah pesan suara yang terus menerus di kirimkan padaku. Sudah ada 6 pesan suara yang belum aku balas, semuanya hanya aku dengarkan. Masih sakit rasanya jika hal yang di inginkan indah menjadi hal yang di sesali dan di takuti. Tak ada yang tau akan yang terjadi di masa depan nanti.
Kyoya juga ngga terlalu ngerti keadaanku juga. Hal yang paling aku benci adalah saat dimana aku harus menyembunyikan dan menutupi perasaan saat orang lain ingin apa yang kau inginkan sekarang. Yah mungkin belum saatnya aku bahagia sepenuhnya tapi aku ingin orang yang aku percaya mengerti apa yang aku rasakan jika aku menginginkan sesuatu terhadap dirinya.
*******************************
Saat itu aku setelah bertemu Viola, aku langsung melanjutkan jalan-jalanku bersama Kyoya saat itu juga aku bertemu Jenatte. Jenatte adalah teman 1 kelasku yang gampang banget suka sama cowo bisa di bilang sih "play girl" tapi dia care banget sama pacar juga setia banget. Biasanya yang mutusin dia duluan ya si cowo yang dia pacarin. Hal yang ngga paling aku suka kalo jalan sama cowo dan ketemu dia, dia selalu "Caper" sama cowo yang jalan sama aku. Kalo aku udah marah pasti dia merasa bersalah banget tapi dia yang mulai duluan.
Hal yang aku benci sekarang jika hal yang enggak aku inginkan terjadi begitu aja. Ya memang semua manusia ada salah tapi semua itu bisa di maklumi. Aku memang masih marah dengan Jenatte tapi mau gimana lagi sifat dia juga seperti itu. ku juga ngga terlalu ngerti perasaanku sekarang, kenapa aku bisa CEMBURU padahal aku baru kenal. Perasaan apa yang menimpa aku sekarang.
*******************************
Hari sabtu malam aku jalan-jalan sendirian, jalanan yang dingin. Aku menelusuri jalanan tanpa tujuan, aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri tak ada yang menggangguku sekarang. Di malam yang dingin itu aku managis. Merasa hidup ini tak ada yang mengerti aku sama sekali, sakit rasanya jika hidup seperti ini lebih lama lagi. Kemudian di pinggir jalalan aku melihat gang sempit yang lumayan tenang, aku masuk ke gang itu. Sunyi tak ada suara apapun di gang itu namun cahaya remang-remang memberi kesan tenang. Aku duduk di dekat rumah seorang warga gang itu. Aku mendengar seseorang yang sangat khawatir mencari seseorang dari salah satu rumah itu. Aku hanya mendengakan dan tetap diam. Seorang lelaki seusiaku sedang khawatir mencari seseorang yang mungkin sangat dia sayangi.
"Kalo dia kenapa napa gimana?"
"Biarin aja kan dia udah gede!"
"Ini dah malem! masa belum pulang dia!"
"Biarin lah! Kaya anak kecil aja di cariin!"
"Tau lah! aku cari dia!"
Suara bentakan antara seorang perempuan setengahbaya dan lelaki itu. Yah, mungkin lelaki itu terlalu menyayangi seseorang. Aku jadi mulai kepikiran masalahku sendiri lagi dan bertambah buruk. Tak lama terdengan suara pintu terbuka. Aku melihat ke arah datannya suara itu, ternyata dari rumah lelaki tadi. ia keluar tergesa-gesa memakai jaket hitam berbaju putih bersih dengan celana jeans hitam panjang
Aku tak tau apa yang dia pikirkan namun dia kelihatan sedih. Kemudian ia berdiri di bawah lampu tengah jalan. Lampu remang-remang yang membuatnya terlihat menawan. Sesaat dia diam tak lama dia memandangiku, ku lihat matanya tatapan mata yang penuh harapan seketika itulah aku merasakan hal yang aneh. Dia tak mendekat dia hanya memandangiku. Sepertinya dia mengenalku tapi aku tak mengenalnya. Tak lama dia menjauh..semakin jauh dan semakin jauh dia pergi hingga tak terlihat suasana gang itu menjadi sunyi senyap lagi. Aku tak tau apa dia akan lakukan yang jelas dia mencari sesuatu yang berharga di hidupnya yang menghilang entah kemana.
Aku tetap duduk diam di sana. Sendirian. Kemudian ponselku berdering, ku rogoh kantung celanaku dan melihat ayar siapa yang menelfonku. Ada tulisan KYOYA, aku bingung harus mengangkatnya atau tidak dengan perasaanku yang masih tak karuan. Dengan terpaksa ku angkat, aku tak menjawab hanya mendengarkan saja. Ada suara lelaki yang bersamanya, mirip seperti lelaki yang ku dengar beberapa menit lalu. Kemudian...
"Kamu di mana?"
"Keluar"
"Di mana?"
"Di mana aja boleh, kenapa?"
"Kamu masih marah soal tadi? itu bukan salahku tapi temanmu itu yang memulainya."
"Ya, aku tau."
"Ayolah janga cuek gitu, itu membuat aku merasa bersalah."
"Mau apa?"
Pulang sekolah aku berlari cepat ke kamar. Tak tau kenapa yang membuat aku melakukannya yang jelas ingin cepat-cepat menangis. 45 hari sebelum natal, aku sedang jalan-jalan di taman
bersama sohipku. Seperti biasa jalan-jalan, curhat, sampai-sampai mikirin cowo bareng. Natalia, Verna, Jevic, Lalita mereka yang selalu nemenin aku jalan-jalan. Yah namanya juga sohip semua harus sama-sama. Urusan cowo pun juga sama-sama.Tapi ada hal yang engga bisa aku mengerti adalah perasaan. Sudah lama aku bersama mereka, tapi semua kegiatan selalu sama. Bisa di bilang sedikit bosan tapi mau gimana lagi. Dari pada menyakiti perasaan sahabat sendiri.
Matahari mulai terbenam. Aku dan temen-temen masih aja jalan-jalan. Tatapanku tertuju pada etalase toko boneka. Boneka beruang besar yang biasa di sebut FOREVER FRIEND. Aku memang suka banget boneka itu. Tapi, tak bisa aku miliki. Harapanku sekarang adalah ada orang yang mau membelikan boneka itu untukku. Setelah itu aku bergegas pulang dengan rasa penuh harap. Di rumah sudah ada mama dan papa. Mereka menunggu aku pulang. Aku di kejutkan dengan seorang cowo yang duduk di ruang tamu.
"Ma, siapa itu?"
"Owh..Namanya Kyoya, anak pindahan."
"Owh.. Anaknya lumayan juga ma."
"Iya.."
5 menit kemudian...
"Hy"
"Hy juga"
"Anak pindahan ya?"
"Iya, nama kamu siapa?"
"Nama aku Ryoka.. salam kenal Kyoya"
"Dari mana tau namaku?"
"Heheh sederhana, tinggal tanya."
"Owh.."
20 menit kemuadian.....
Kyoya sudah pergi sejak tadi. Rasanya sepi tanpa dia. Tak tau kenapa, hati kecil ini terasa hampa. Serasa bumi ini kosong tanpa penghuni. Dari pada tambah "Galau" mending masuk kamar and dengerin lagu. Fun tentunya. Lagu dari Michael Guang Liang-TongHua, lagu melow yang biasa nya bikin orang galau tambah galau. Yang penting enak di telinga. Engga lama pun aku tertidur.
Tak terasa sudah jam 06.35. Tidur yang nyenyak. Baru saja aku turun dari tempat tidur, tiba-tiba mama memanggilku.
"Ryo....bisa kesini bentar?"
"Ada apa ma?"
"Jangan banyak tanya cepet kesini!"
"Iya ma, sabar ini jalan...."
Aku jalan menuruni tangga dengan mengantuk. Kulihat di ruang tamu. Ternyata ada Kyoya yang sedang duduk di sofa tamu. Dalam hati bertanya-tanya, kenapa dia ke sini? sore-sore begini?. Kusimpan rasa penasaran dan menanyakannya langsung.
"Kyo...ngapain sore-sore kesini?"
"Kamu repot engga?"
"Engga, emang kenapa?"
"Jalan-jalan yuk, Boring di rumah terus"
"Hmmm...gimana yah?"
"Ayolah nemenin aku sebentar....please.."
"Iya-iya, bentar ganti baju dulu"
"Jangan lama-lama, 1 menit selesai...hehehe"
"Belum ke ke kamarnya dah berama menit?"
"Iya, cepet sana...GPL"
"Iya-iya...."
5 menit kemudian...
"Sory, bukan 1 menit"
"Kurang lama"
"iya maaf, ngambek ya?"
"Engga juga, Yuk jalan"
"Oke"
Baru jalan 5 menit, Kyoya udah tanya soal hadiah natal. Yah memang sih sebentar lagi sudah natal. Hadiah yang aku pengenin itu hanya 1 yaitu boneka beruang FOREVER FRIEND. Pengen sih jadi hadiah natal. Tapi mana ada yang mau ngasih?. Hasshhh... dari pada mikir terus mendingan enjoy jalan - jalannya aja.Di jalan aku bertemu viola, teman 1 kelasku. Anaknya seru, gokil, juga fun.
"Cie jalan bareng.." "eh vio ngga biasa aja kok, JJ biasa" "Owh di kira nge-date" "ngga ya.. eh, sendirian di sini?" "gak ada anak-anak yang lain menenin aku, kenapa?" "nggapapa, duluan ya bye." "eehhh, tngg tuh sapa?" "Orang pokoknya". Dalam hati sudah punya firasat buruk soal temen-temen yang bakal liat aku jalan-jalan sama anak cowo. Biasalah orang sirik, tapi nggapapalah namanya aja jalan-jalan nyari kado.
*******************************
"I'm no beauty queen, i'm just beautiful me..." Cuma lagu Who says dari Selena Gomez yang menemaniku saat ini. Tidur termenung menatap langit-langit kamarku. Gelap. Hampa. Sunyi, itu yang aku rasakan saat ini. Karna kejadian itu aku menjadi depresi berat. Tak tau menau tentang kejadian saat di dalam toko itu. Haassshh... takkan aku ingat lagi, sungguh menyedihkan untuk di ingat.
"Ryo, Kamu di mana? kamu kenapa? sorry soal kejadian itu aku gak bermaksud gitu, aku gak tau sory banget. Kalo kamu marah gakpapa kok aku terima aja. Aku mohon bales pesan suaraku ini Ryo. Aku mohon. Thanks." Begitulah pesan suara yang terus menerus di kirimkan padaku. Sudah ada 6 pesan suara yang belum aku balas, semuanya hanya aku dengarkan. Masih sakit rasanya jika hal yang di inginkan indah menjadi hal yang di sesali dan di takuti. Tak ada yang tau akan yang terjadi di masa depan nanti.
Kyoya juga ngga terlalu ngerti keadaanku juga. Hal yang paling aku benci adalah saat dimana aku harus menyembunyikan dan menutupi perasaan saat orang lain ingin apa yang kau inginkan sekarang. Yah mungkin belum saatnya aku bahagia sepenuhnya tapi aku ingin orang yang aku percaya mengerti apa yang aku rasakan jika aku menginginkan sesuatu terhadap dirinya.
*******************************
Saat itu aku setelah bertemu Viola, aku langsung melanjutkan jalan-jalanku bersama Kyoya saat itu juga aku bertemu Jenatte. Jenatte adalah teman 1 kelasku yang gampang banget suka sama cowo bisa di bilang sih "play girl" tapi dia care banget sama pacar juga setia banget. Biasanya yang mutusin dia duluan ya si cowo yang dia pacarin. Hal yang ngga paling aku suka kalo jalan sama cowo dan ketemu dia, dia selalu "Caper" sama cowo yang jalan sama aku. Kalo aku udah marah pasti dia merasa bersalah banget tapi dia yang mulai duluan.
Hal yang aku benci sekarang jika hal yang enggak aku inginkan terjadi begitu aja. Ya memang semua manusia ada salah tapi semua itu bisa di maklumi. Aku memang masih marah dengan Jenatte tapi mau gimana lagi sifat dia juga seperti itu. ku juga ngga terlalu ngerti perasaanku sekarang, kenapa aku bisa CEMBURU padahal aku baru kenal. Perasaan apa yang menimpa aku sekarang.
*******************************
Hari sabtu malam aku jalan-jalan sendirian, jalanan yang dingin. Aku menelusuri jalanan tanpa tujuan, aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri tak ada yang menggangguku sekarang. Di malam yang dingin itu aku managis. Merasa hidup ini tak ada yang mengerti aku sama sekali, sakit rasanya jika hidup seperti ini lebih lama lagi. Kemudian di pinggir jalalan aku melihat gang sempit yang lumayan tenang, aku masuk ke gang itu. Sunyi tak ada suara apapun di gang itu namun cahaya remang-remang memberi kesan tenang. Aku duduk di dekat rumah seorang warga gang itu. Aku mendengar seseorang yang sangat khawatir mencari seseorang dari salah satu rumah itu. Aku hanya mendengakan dan tetap diam. Seorang lelaki seusiaku sedang khawatir mencari seseorang yang mungkin sangat dia sayangi.
"Kalo dia kenapa napa gimana?"
"Biarin aja kan dia udah gede!"
"Ini dah malem! masa belum pulang dia!"
"Biarin lah! Kaya anak kecil aja di cariin!"
"Tau lah! aku cari dia!"
Suara bentakan antara seorang perempuan setengahbaya dan lelaki itu. Yah, mungkin lelaki itu terlalu menyayangi seseorang. Aku jadi mulai kepikiran masalahku sendiri lagi dan bertambah buruk. Tak lama terdengan suara pintu terbuka. Aku melihat ke arah datannya suara itu, ternyata dari rumah lelaki tadi. ia keluar tergesa-gesa memakai jaket hitam berbaju putih bersih dengan celana jeans hitam panjang
Aku tak tau apa yang dia pikirkan namun dia kelihatan sedih. Kemudian ia berdiri di bawah lampu tengah jalan. Lampu remang-remang yang membuatnya terlihat menawan. Sesaat dia diam tak lama dia memandangiku, ku lihat matanya tatapan mata yang penuh harapan seketika itulah aku merasakan hal yang aneh. Dia tak mendekat dia hanya memandangiku. Sepertinya dia mengenalku tapi aku tak mengenalnya. Tak lama dia menjauh..semakin jauh dan semakin jauh dia pergi hingga tak terlihat suasana gang itu menjadi sunyi senyap lagi. Aku tak tau apa dia akan lakukan yang jelas dia mencari sesuatu yang berharga di hidupnya yang menghilang entah kemana.
Aku tetap duduk diam di sana. Sendirian. Kemudian ponselku berdering, ku rogoh kantung celanaku dan melihat ayar siapa yang menelfonku. Ada tulisan KYOYA, aku bingung harus mengangkatnya atau tidak dengan perasaanku yang masih tak karuan. Dengan terpaksa ku angkat, aku tak menjawab hanya mendengarkan saja. Ada suara lelaki yang bersamanya, mirip seperti lelaki yang ku dengar beberapa menit lalu. Kemudian...
"Kamu di mana?"
"Keluar"
"Di mana?"
"Di mana aja boleh, kenapa?"
"Kamu masih marah soal tadi? itu bukan salahku tapi temanmu itu yang memulainya."
"Ya, aku tau."
"Ayolah janga cuek gitu, itu membuat aku merasa bersalah."
"Mau apa?"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar